Ramadhan, bagaikan tamu agung yang menghampiri umat Islam. Sebagaimana ummat Islam yang ada di belahan dunia lainnya, Umat Islam Kota Banjarmasin pun juga bergembira menyambut datangnya Bulan Ramadhan.

Beberapa ormas maupun parpol Islam melakukan pawai menyambut Ramadhan, tentu saja pawai yang dilakukan untuk mengingatkan masyarakat secara umum untuk menghormati Bulan Ramadhan.

Bahkan, anak-anak pun juga ikut berpawai ria, orasi dan juga bertreatikal mengililingi Kota Banjarmasin.

Sebagaimana tahun yang lalu, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan pasar wadai, atau “Ramadhan Cake Fair”. Akan tetapi lokasi yang biasanya di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pada tahun ini pindah ke depan kantor gubernur, masih di depan sungai martapura, akan tetapi. Apabila tahun lalu pasar wadai menggunakan hiasan dan ornamen Banjar, maka tahun ini hanya menggunakan tenda yang di sponsori salah satu media di Kota Banjarmasin.

Semoga Ramadhan tahun ini lebih berarti, karena sudah satu tahun saya berada di Kota Banjarmasin, pasca kuliah dan sekolah di pulau Jawa.

 

Kamis, 23 Agustus 2007. Saya berkesempatan menemani salah seorang Aleg dari DPDR Provinsi, tentu saja untuk peliputan kegiatan yang sedang dilakukannya. Saat itu Ibnu Sina, S.Pi akan meninjau salah satu daerah dekata dengan perbatasan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar. Tujuannya adalah ke Desa Remo, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar.

Continue reading »

 

Membaca pemberitaan Radar Banjarmasin beberapa hari yang lalu, yang mengangkat adanya perseteruan dua kubu elite politik menjelang konferensi wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan 28-29 Mei 2007. Kita mengetahui bahwasanya Nahdatul Ulama sebagaimana organisasi dakwah lainnya merupakan aset bangsa. Nahdatul Ulama sebagai sebuah organisasi dakwah di Indonesia tentu sudah sangat mafhum dan berpengalaman dalam wilayah politik bangsa ini. Perhatian NU dalam kancah politik bisa dilihat sejak tahun 1945, dimana NU menyerukan untuk mempertahankan tanah air dari serangan penjajah pada saat itu.

Continue reading »

 

Jogja-“Hajar terus, kritik terus, tapi biarkan pemerintahan tetap jalan”. Hal tersebut diungkapkan Amien Rais dalam diskusi publik yang diselenggrakaran oleh DPD IMM DIY di Museum Benteng Vredenburg, dengan tema Refleksi 100 hari

Continue reading »

 

Pemilihan Umum, pada dasarnya dilakukan oleh sebuah negara atau daerah untuk memilih wakil rakyat maupun memilih pemimpin sebuah negara. Dan sistem pemilu berbeda-beda di setiap negara. Ada yang memakai system distrik, proprsional. Dan tidak semua negara melakukan pemilihan umum untuk menentukan kepala pemerintahan, ada negara yang melakukan pemilihan melalui sistem monarki atau kerajaan, sebagai mana yang terjadi di DI Yogyakarta. Gubernur tidak dipilih melalui pemilihan, namun Sultan otomatis menjadi Gubernur sekaligus.

Continue reading »

 

JOGJA- Dalam memahami agama ada gap antara masyarakat dengan akademis, dikarenakan masyarakat belum banyak yang menggunakan ilmu-ilmu social dalam studi agama, sedangkan akademis atau ilmuan dalam memahami studi agama menggunakan berbagai macam presfektif, seperti presfektif gender. Hal tersebut dikatakan oleh Dr. Hamim Ilyas, M.A. dalam seminar nasional yang bertajuk Membedah Draf Kompilasi Hukum Islam Dari Berbagai Perspektif yang diselenggrakan oleh IMM UIN Sunan Kalijaga, bekerjasama dengan Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah UIN Sunan kalijaga serta Labda Shalahuddin, di Aula I UIN Sunan Kalijaga, kemarin (4/11).

Continue reading »